Monday, 31 December 2018

Catatan Akhir Tahun 2018 "Learn From Mistakes and Take Your Opportunity"



Tidak ada kata dan prasangka yang lebih baik selain dari kata Alhamdulillah, sebuah kata yang bermakna syukur yang tak terhingga kepada Sang Pencipta Allah Subhanahu Wa Ta'ala atas segala kenikmatan umur yang panjang hingga detik ini. Tidak dapat kita pungkiri bahwa segala kenikmatan yang didapatkan pada tahun ini adalah merupakan kesempatan hidup yang sangat bermagna bagi setiap orang, sadar atau pun tidak bahwa kehidupan yang telah kita jalani memberikan dampak baik atau buruk tergantung apa yang telah kita perbuat. Momen pergantian tahun pada tiap-tiap orang akan memberikan kesan mendalam bagi mereka yang sadar bahwa kesempatan umur yang ada saat ini, belum tentu akan mereka dapatkan ditahun berikutnya. Sebagai seorang yang memahami bahwa pergantian tahun bukanlah untuk dirayakan seperti kaum majuzi dan kaum-kaum lainnya yang tidak mendapatkan petunjuk dari Tuhan nya, momentum pada

pergantian tahun yang kemarin ke tahun yang baru adalah saat - saat yang tepat dalam merenungi kesalahan yang pernah terjadi, bukan suatu yang membuang-buang waktu, namun keadaan dimana seseorang mampu dengan ikhlas belajar dari kesalahan masa lalunya adalah orang-orang pilihan Allah yang dengan Kuasa Nya memberikan umur yang panjang untuk menjadi pribadi dan hamba yang lebih baik di masa yang baru. Merenung juga termasuk kode yang diberikan kepada kita semua oleh Allah sebagai sebuah kesempatan untuk belajar dari kesalahan, namun tak banyak yang mengabaikan kesempatan itu, di kala waktu hampir menunjukkan pukul 00.00 sebagian dari kita sibuk dengan urusan dunia, sibuk menyaksikan perlehatan acara tahun baru, namun sadarkah kita bahwa Allah Maha Penyanyang dengan melihat sebagian hamba nya meniup terompet dan beruntung Allah sedang tidak pula menyuruh Malaikat nya untuk meniup terompet pertanda akhir zaman telah tiba. Merenungi kesalahan tidak berarti sedang mempermasalahkan perbuatan apa yang pernah dilakukan di masa lalu, merenungi masa yang lalu tidak pula menyesali hidup yang di jalani di masa itu, namun merenungi dengan ikhlas, menerima bahwa kita adalah pribadi yang tidak pernah jauh dari kesalahan, maka mengakui dan dengan ikhlas belajar merenungi untuk tidak melakukannya kembali adalah hal yang paling Allah inginkan.

Ketika pesan ini ku tuliskan kepada Sang Pencipta alam semesta, Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengenai hidup ku di masa lalu dan hidupku kelak di masa depan, tergambarkan beberapa kesalahan kecil hingga besar yang pernah kulakukan hingga itu kusebut durhaka kepada Tuhan ku sendiri. Umur yang Allah berikan hingga mampu menyaksikan Kemahabesarannya yakni melihat bumi masih berputar pada porosnya hingga mencukupi setahun dan kembali memasuki masa yang baru. Ku bersyukur atas kesempatan yang telah Engkau berikan kepada pribadi pendosa ini, dan bersyukur atas nikmat Iman serta Islam yang tidak Engkau tanam dari dalam diri ini, Ya Allah ketahui lah bahwa Iman adalah hal utama bagi Allah, semoga segala dosa yang pernah terjadi tidak membuat Mu murka dan seketika mencaput nikmat Iman yang ada pada diriku, Engkau Maha Penyayang dari segala makhluk yang telah engkau ciptkan, maafkan setahun ku yang tidak maksimal beribah kepada mu, namun setidaknya Ya Allah, terima kasih atas segala doa-doa yang telah engkau kabulkan, terima kasih atas segala permintaan petunjuk yang telah Engkau berikan kepada hamba melalui doa-doa dalam shalat sunnah dan wajibku. 

Untuk urusan duniku, setahun kemarin adalah sebuah perjalan yang cukup panjang yang melelahkan. Misi yang perlu ku raih memang belum sepenuhnya ku dapatkan hingga tahun kembali berganti ke tahun yang baru, namun dari hal tersebut pribadi ini bisa belajar bahwa kehendak untuk merencakanakan sesuatu adalah kemampuan yang bisa ku lakukan namun tetaplah Allah yang Maha Menentukan segala sesuatu. Keindahan dan Kenikmatan yang tercapai di tahun kemarin adalah kehendak ku sendiri yang dengan izin Allah mampu ku meraihnya dengan susah payah dan juga pengorbanan. teruntuk kegagalan ku, tidak mengapa engkau muncul di tengah-tengah keberhasilan yang ku raih, Allah mengirim mu tidak lain adalah untuk memberikan teguran kepada siapa ku harus kembali ketika kemenangan kuraih dan kepada siapa pula ku harus kembali ketika kegagalan pedih menyapaku. Belajar dari kesalahan adalah keharusan dan dari hal tersebut, potensi untuk bisa berhasil akan lebih baik, namun dibalik itu semua, perlu kita pahami bahwa hikmah dari kegagalan begitu banyak yang mesti kita pelajari, kegagalan dan kemenangan adalah sama nikmatnya yang perlu kita syukuri dan utamanya adalah percaya kepada Allah bahwa Dia lah yang Maha Mengatur segala sesuatu menjadi lebih baik, pesan yang Dia berikan setiap kali kegagalan muncul adalah, usahakan lah, usahakan lah, dan berdoalah kepada Ku, karena Tuhan mu tidak pernah pergi meninggalkan mu, Dia Maha Mendengar akan sesuatu yang selalu engkau usahan, semogakan dan engkau doakan. 

Kembali kepada Allah untuk tahun yang baru ini, ku gantungkan segala rencana yang telah ku sebutkan dalam doaku pagi ini, tidak ada tempat pengharapan ku selain hanya kembali kepada Mu, maafkan dan ampuni Hamba jika hamba berdosa kepada Mu, terima lah doa-doa hamba dan berkahilah segala usaha hamba dalam meraih mimpi-mimpi hamba di tahun-tahun mendatang. Jika kelak urusan dunia ku membuat hamba lupa terhadap mu maka tegurlah hamba, jika kelak mimpi hamba mampu ku raih dan hal itu membuatku lalai kepada Mu maka tegur lah hamba, dan jika kelak cinta yang engkau tanamkan kepada hamba untuk seseorang yang telah engkau pilihkan, maka jangan lah engkau memberikan cinta melebih cinta hamba kepada Mu Ya Allah, pengharapan hamba hanya lah kepada Mu, atas segala kesempatan hijrah yang telah engkau berikan, maafkan lah hamba jika itu belum maksimal, dan atas hidayah yang engkau berikan kepada hampa maupun hidayah melalui hamba untuk orang lain, terima kasih atas kepercayaan itu walaupun Engkau mengetahui bahwa dosa ku terlampau banyak.


Jika kesempatan hidup adalah nikmat yang paling baik menurut Mu, maka izin kan tangan ku untuk terus ku angkat menghadap ke langit sembari berdoa memohon ampun atas segala dosa-dosa ku, dan hanya kepada Mu lah hamba berlindung dari doa-doa yang tidak terkabul. 

Thursday, 14 June 2018

Surat Untuk Ramadhan




Hitungan jam kedepan, hingga munkin air mata tak sanggup menahan sedihnya sebuah perpisahan yang penuh magna yang kita lakukan selama sebulan ini, hitungan jam ke depan, jika engkau berbentuk, maka pelukanku serasa begitu berat untuk melepasmu pergi, tak tahan kami hingga harus menunggu 11 bulan kemudian, ketahuilah bahwa kami begitu bersenang hati menantimu tiba dan tidak dapat membendung kesedihan untuk melepasmu pergi.

                

Kami yang dengan sabar dan tabah menanti kedatangmu, ketika malaikat maut pun tak kunjung datang memanggil kami, namun dengan rahmat, hidayah serta umur yang tak terdeteksi kapan akan berakhir, ketahuilah wahai bulan yang namamu di tuliskan di Al-Quran sebagai kitab dan petunjuk bagiku, serta sabda Nabi ku Nabi Muhammad dalam Hadits-hadits yang menjelaskan betapa agung dan sucinya engkau, Ya Ramadhan, bulan yang mulia, bulan penuh hidayah nan magna yang tak terhingga, suatu kesyukuran bisa bertemu denganmu, ketika Allah Ta’ala dengan ke Maha Kuasaan, dan ke-Maha Besarannya memberikan kami umur hingga pada tahun ini, engkau dan aku kembali di pertemukan.

Tepat sebulan lalu ketika tanda-tanda kedatanganmu mulai di seruhkan oleh umat, ketika tanda-tanda kebesaran Allah turun sebagai tanda bahwa engkau akan segera datang, dikala terhitung beberapa hari engkau akan datang, tidak ada doa yang kami panjatkan kepada Dia yang menurunkan mu, dengan berseru "Ya Allah, tiada Kuasa selain dari pada Kuasa Mu, dan tiada kesanggupan kami sebagai manusia yang hina, Engkaulah pemilik dari segala apa yang ada di langit dan di bumi, berikan kami umur yang Panjang, hingga kami kelak bisa bertemu dengan Ramadhan, ampuni kami dan izinkan kami bertemu dengannya".

Tak terasa hingga pada malam ini, serasa Syawal telah menyapa, menandakan bahwa engkau akan segera pergi meninggalkan kami semua, Ya Ramadhan, kami memohon maaf dan ampunan kepada Allah, atas segala perbuatan kami yang tak pernah maksimal beramal ketika bersama mu, ketika shalat wajib kami yang tak kusyuk, shalat sunnah kami yang kadang lalai, puasa yang kadang kami serasa tak perpusa akibat nafsu kami yang tak terkendali, Tadarus Al-Quran kami yang tak maksimal, hingga sedekah kami terhadap sesama pun tak maksimal. Ketika malam 10 terakhir, engkau tak lupa menasehati kami bahwa tak lama lagi engkau akan pergi, saat-saat itulah kami tak menyangka bahwa waktu begitu cepat berdetak hingga pada malam ini, waktu mu telah selasai.

Ya Ramadhan, Izinkan kami memeluk mu jika boleh, izinkan kami menatap cahaya bekas Lailatul Qadar yang telah Allah turunkan, dan izinkan kami mengucap syukur kepada Allah telah mempertemukan aku degan mu. Ketika beberapa diantara kami yang tengah berusaha dan tawakkal dalam hijrah kami, dan engkau datang, betapa semangat dan teguhnya kami hijrah bersama mu. Untuk satu kepastian Ya Ramadhan bahwa engkau akan selalu datang, namun kami yang tak pasti kapan akan menghadap kepada Allah, tahun ini Allah menginjinkan kami bertemu ya Ramadhan, namun akan kah kedatanganmu kembali, engkau dan aku masih bertemu.

Ya Allah, Yang Maha pengasih lagi Maha Mendengar, mohon engkau jangan jadikan Bulan Ramadhan ini sebagai Ramadhan terakhir untukku, Namun jika engkau telah menetapkan sesuatu untukku untuk tak bertemu lagi dengan Ramadhan, maka Ya Allah, Aku memohon jadikan aku sebagai salah satu hamba yang engkau Dambakan, Rahmati, dan hamba yang senantiasa engkau dengar Doa dan Tobatnya. 

Ya Allah, tiada doa selain dari pada sujud ku yang terakhir dengan Ramadhan kali ini, ampuni dosa-dosa ku jika aku berdosa kepada Mu, Ampun kan segala kesalahan yang telah ku perbuat ketika masih di masa Jahiliyah dulu, Ya Allah, terima tobat ku dan saudara-saudara seimanku yang senantiasa memohon ampun kepada mu Ya Allah, Maafkan atas segala sikap egois kami hingga kadang rahmat dan hidayah Ramadhan berlalu begitu saja, izin kami kembali bertemu dengan Ramadhan bersama orang-orang tercinta yang kami kasihi, tiada Kuasa selain dari pada kuasa Mu hingga umur kami dapat engkau izinkan bertemu dengan Ramadhan kembali

Ya Ramadhan, semoga kita bisa kembali bertemu. Terima kasih telah menjadi bahagian dari semangat kami dalam hijrah dan semangat kami dalam beribadah, semua adalah karena izin Allah Ta’ala atas segala rahmatnya dan Karunianya.



"Ya Ramadhan, engkaulah bulan yang selalu kusemogakan untuk bertemu kembali"



               

               

               


Tuesday, 24 April 2018

Seminar of Finalist International Essay Contest of SEAMEO as International Education Organization of ASEAN

Name               : Muhammad Richsan Yamin
College            : State University of Makasssar
Address           : Kompleks Hartako Indah (Dg. Tata)  Blok 2G No 28 Makassar
Phone              : (+62) 85242685175 
THE BEST EXPERIENCE OF SEA – TEACHER
"Southeast Asian Minister of Education Organization" 
      Assalamualaikum wr,wb. My best respect for all the alumni of Sea-Teacher Project In Southeast Asia united by SEAMEO Program. I m Muhammad Richsan Yamin and Suwat (สุวัฒน์) is my Thaid name, comes from Makassar of south sulawesi from State University of Makassar as the alumnus of 2nd batch of Sea-Teacher Project and was at Damrongratsongkroh school Chiang Rai, under the supervision of Chiang Rai Rajabhat University, Chiang Rai Thailand.  As the student university which had been followed Sea-Teacher Project held by SEAMEO was the amazing moment ever that I felt at that time, with that date on 16th July 2016, my stories begin. I felt sometimes that I have made my best history in my life, when the moment my college gave information at the time about SEAMEO project in Southeast Asia, many students Interested with that program, but unfortunately, About more then 50 students were registering their selves to follow that program, but only 12 students selection will follow that program, I said “are you kidding me now” the moment when I heard that, my motivation more become crazy, however, I should be the 12 students selection. I remember when I was still teenager with status of junior high school, I m still save well my dream that in one day, with my efforts I deserve to allow in International program and teach people outhere, that’s way I never make my mouth to say give up and always train my brain to think and my mouth to saying “do not just dream but resposible to make it real is better” the one my motivation word that motivates me, I just hope to make my self-be better and bring my big Nation Indonesia outhere if I deserve to allow in International programs.
      For the best experience moment was recorded such as teaching activities, I got a lot of best moments on that teaching experience, but first time at the moment,  lucky I was teaching at upper secondary school means I teach like my major is Biology. The first time when Ms Nok and Mr Trawat our host that people from Chiang Rai Rajabhat University (CRRU) talk to us when the first meeting moment at the office affairs at CRRU, that they will pick up us early in the morning around 07:00 am, and take us based on our school for Teaching Practice, Lucky for twice, I got Damrongratsongkroh school, our host said to me and my friend irhaz that, you are very lucky because damrongratsongkroh school is girls school, means most of there many girls then boys, I laugh with my friend, perhaps because we are the only handsome boys from Indonesia and the student will look at us, a joke for me and my friend. For the very first time look at to the school when our host takes us to the school, it was so wonderful not because the girl students, its because that school was big and nice. Some students, Teachers, staff and headmaster of the school stand up and welcome us to the school, and that time, teaching activities history begin. I was teaching about biology subject for some days in a week, the moment for the first time I saw the lesson plan of Thailand, it's simply lesson plan but I should make it perfect before teach my students, I got the 2nd grade for teaching biology. I still save the best memory when tomorrow is my first time to teach, in the evening, I m trying to prepare my lesson plan and others material subject, but before that, I listen to the national anthem of my nation Indonesia, believe or not, it was so different listen to that song, but it made myself at the time more grow my motivation, because the moment when people will giving appreciate to me, they will look at my nation too that I came from Indonesia. I m trying to make innovated in my learning material, and it should make the student interest to the lesson. In the morning before teaching time, I take time to bought coffee, because I like coffee and the second reason because I started to startled, I just trying to make myself quiet and suggest my mind that everything will be okay, then the teaching process was successful, its more then on my expectations, alhamdulillah. For all the teaching experience I m trying to make myself more motivated with listening to my national anthem before do my lesson plan and others subject material support, then the classroom, I was trying to make my students with showed them and did brain gym before teach began, and sometimes I made joke with trying to speak Thaid to them, they laugh because my accent speak Thaid language was funny, its my way to make my teaching process runs well. Beside teaching formal at the class, sometime English teacher at the school asking me to help her teaching English, the best moment too when I try to teach them how to speak in good accent, because you know, they weak in mention “R”, beside that I help the teacher too to help him train their students to follow the science competition.
        I know very well at the first time my host said that I will teach in International school, but the problem that occured at the moment at my class, most of student still weak in speak english, the way I solved the problem was simply, because the students sit in groups, and before my teaching process began, I m asking them who can help me to become my translator, then some students rise their hands, then I divided the students which rise their hand as my translator to one group for one translator, because they will help me to translate my explanation in Thaid languange to their friends if they a little dont undrestand in english, so my teaching process runs effectively and I used my methode for the next teaching, its so help me and the students because my students translator can help their friends in group to translate my explanation even if only one or more then one sentence. That method too was inspiring me to make a new model in teaching and I have made the design of that model if I continue my study in magister degree. The next problem occurs was about humanity problems, if I observed at the morning because I teach at the first time in the morning, I found some students were sleepy, and again, it would not be effective learning, the way I solved the problem by giving them brain gym, we did interested gym, some movements to active all their cells before study, then don't forget, I m trying to motivate them, and of course use the simple English. Then the way to don’t make students become bored because always use that method, I m trying to make my material subject likes learning video more interested, and giving them others gym movements before they do the task after my explanation. As the note, I always try to innovate my ways to solve the problem.  
Besides those activities, I and my friend irhaz was invited to attend an International seminar at Chiang Mai, Thailand, the teacher and staff of the damrongratsongkroh school were invited us. The seminar talked about the future education of Thailand, and the moment when the speaker allowed the participants to asked any question, I made my own question and I presented in front of the participants came for other countries. Perhaps the speaker was interested in my question and compare it with Indonesian education, the speaker asked me to take pictures at the end of the seminar, it was so good moment, I was so happy for their appreciate and proud of myself and proud to my nation Indonesia.
        About a month I and my friends from different college and island were together, many stories joy and sorrow we got. I know when the first time I came to this Country, I know that we are the minority, but I am grateful because people here are welcome to us even they are Buddhist and we are Muslim. Two days ago after the first time came to this school, it’s hard to find place for me and my friends to take prayer, but the good things that, the teacher there were prepared special place for me and my friends to take prayer at the school, even at the moment the teacher took a picture of us when we take prayer, I really undrestand that moment but the good things that I can learn, they respect to us even we are so different belief but we are united and together and looking after us, they always make sure that we always save in their country. 



The Winner of this International Contest was:

1st Winner : Mr. Ahlo Yersaw  From PhranakonRajabhat University (Thailand)  

2nd Winner: Mr. Muhammad Richsan Yamin From (Indonesia)

3rd Winner: Ricky A. Varona  From  Quezo Blvd, Bayambang, Pangasinan University (Filipina).
  








Monday, 16 April 2018

Hijrah Cinta

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 

posted on April 16, 2018 by Muhammad Richsan*


Ada kalanya manusia berada dalam kebimbangan memilih sesuatu yang menurutnya benar namun salah dimata orang lain dan maupun sebaliknya, kita tidak akan pernah tahu sebenarnya sebuah kebenaran dengan hanya mengandalkan diri sendiri, karena sebaiknya-baiknya manusia adalah mereka yang mau mendengarkan pendapat maupun saran orang lain. mari kita sejenak membuang ego dan mencoba untuk merasa ikhlas dalam menerima masukan dan saran orang lain. sebuah kesalahan yang pernah dialami oleh kita semua maupun diri pribadi saya adalah sebuah kewajaran dan memang akan sering terjadi karena fitrah manusia yakni salah adalah sebuah kepastian, kesalahan indentik dengan masa lalu, masa lalu yang pernah dialami oleh semua orang akan memandang bahwa masa lalu adalah masa-masa yang tidak ingin mereka ingat kembali, iya! itu untuk perasaan seseorang yang sedang digunda galau, dan perasaan seseorang yang diselimuti ego, kita hanya perlu mengenal belajar ikhlas dan memahami hikmahnya masa lalu itu, "sebaik-baiknya masa lalu adalah tempat mereka yang mau belajar dari kesalahan yang kemarin", begitulah cara memahami masa lalu.

Jika mengutip kata "perpindahan", munkin kita akan berfikir dan mengarah kepada mata pelajaran fisika yang membahasan tentang perpindahan benda dari satu tempat ke tempat lain yang tentunya mengalami perubahan dari satu tempat ke tempat lain pula, namun kali ini kita tidak sedang membahas perpindahan dalam ilmu fisika, namun perpindahan dari segi kehidupan, dan perpindahan dari masa lalu ke tempat yang berlabel masa depan. "Masa lalu yang pernah dialami oleh setiap orang jelas memberikan dampak yang signifikan dengan cara mereka menjalani hidup saat ini", masa lalu memberikan pengaruh terhadap cara orang-orang untuk bertindak dan memutuskan suatu keputusan, memilih mana yang baik dan tidak, memilih mana yang dibutuhkan dan tidak, dan memilih mana yang harus diikuti dan tidak. lanjutan dari tulisannya yaitu ungkapan cinta, tulisan ini pun memuat tentang perjalan perubahan menuju kata hijrah dalam cinta.

Masa lalu jelas jika dikaitkan oleh remaja adalah masa lalu yang identik dengan buang-buang waktu dan penyesalan yang pada akhirnya di ungkap di ujung umur yang menjelang dewasa. pada masa lalu munkin kita semua sepakat bahwa tidak semua masa lalu itu buruk, malahan masa lalu lah yang kadang mengantarkan seseorang dalam sebuah perubahan yang cukup baik, masa lalu bagaimana pun memiliki peranan penting terhadap seseorang untuk belajar dan memetik hikmahnya agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik di masa sekarang maupun di masa depan, sehingga menyalahkan masa lalu adalah sebuah kesalahan besar, "karena masa lalu hanya dimiliki oleh orang-orang yang pernah salah dalam berjuang menjalani hidupnya", masa lalu yang suram maupun masa lalu yang penuh kenangan tetap akan terkenang sebagai masa lalu. munkin masa lalu tidak bisa diubah, jika tidak dapat diubah bukan berarti segalanya telah berakhir, namun dengan masa lalu itu, kita bisa mengubah masa depan dengan baik, lebih baik dari masa lalu. 

Berubah menjadi lebih baik, berhenti melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah dan RasulNya, menutup diri dari perbuatan dosa kecil dan besar, dan membuka diri untuk hal-hal yang Allah ridhoi dan Nabi sunnnah kan, itulah hijrah, perpindah dari hal buruk menuju perbuatan yang baik, terus, dengan kata cinta ?, yah, hijrah cinta berarti menyerahkan hati ini sepenuhnya kepada Allah, biarkan Allah yang memutuskan dan memilih orang yang tepat buat pendamping masa depan kita nanti. Cinta saat ini adalah cinta pada Allah, Nabi Muhammad, dan orang tua kita, hijrah cinta adalah sebuah perjalanan yang cukup berkenan di hati, bagaimana tidak, memutuskan untuk meninggalkan zona nyaman yang dilarang Allah dengan keteguhan hati dan dihiasi oleh kata "Bismmillahirrahmanirrahim", dengan keyakinan penuh, pasrah dan mengharapkan bahwa hati, jiwa, dan raga ini kita kembalikan kepada Allah, biarkan Allah yang mengatur semuanya dengan baik, kita hanya dapat berusaha untuk menjadi hamba-hambanya yang terbaik.  

Hijrah cinta yang sebelumnya di masa lalu, hati ini dengan bangganya memiliki pasangan sebatas hubungan yang tidak sah dimata Allah, yah kita pahami itu hubungan pacaran, saya, anda maupun kita semua munkin pernah merasakan hubungan pacaran, kisah pacaran yang dikata sebagai zona nyaman adalah hal yang sia-sia dan membuang-membuang waktu, pernah kah kita tersadarkan ataupun anda yang sedang memiliki pacar saat ini berfikir bahwa hal itu dilarang Allah, iya ! munkin ada yang berfikir demikian, tapi lihat hebatnya iblis mempengaruhi manusia, beribu-ribu cara iblis membisikkan ke hati-hati anak adam bahwa itu tidak apa-apa asal pacaran yang baik-baik, tidak apa-apa yang penting direstui oleh orang tua, tidak apa-apa yang penting pacaran itu terbuka satu sama lain, tidak apa-apa yang penting pacaran itu tidak macam-macam, tidak apa-apa pacaran itu yang penting sehat, iya ? pacaran sehat, kalau makannya indomie telur mana bisa sehat :D, itulah munkin beberapa alasan mengapa sampai saat ini sebagian dari kita tetap pada zona nyaman itu. mari kita sejenak mengingat positif nya pacaran, dengan memiliki pacar kita menjadi semangat belajar, ke sekolah atau ke kampus penuh dengan ceria, apalagi berangkat bersamaan dengan pacar, kita memulai pagi dengan indah dan menutup hari dengan pacar kita, memiliki masalah dan dengan terbukanya kita curhat ke pacar kita, ada tempat untuk bersedih, suka duka bersama pacar kita, memiliki masalah yang lain pun kita tetap bersama pacar kita, mau meminta tolong ada pacar, yah saling melengkapi lah kalau kata anak alay zaman saya dulu, kemana-mana bisa bersama pacar kita, jalan-jalan, ke mall, nonton yang pernah nonton sama pacar, makan berdua apalagi disuapin, mantap hidup loh, intinya adalah hidup ini semakin indah, penuh warna seperti pelangi dan semangat bersama pacar, atau munkin sebagian dari kita pun mengaitkannya dengan semangat ibadah, wah makin positif nih kayanya pacaran itu mblo :D, contoh misalkan yang pernah semangat ke masjid karena ada si doi' karena dia pun ke masjid, ataupun minta dibangunkan sholat tahajjud atau shalat shubuh bersama pacar namun di rumah  masing-masing, makin mantap lagi nih :D,  dan beberapa hal positif lainnya yang menurut saya, kita dan kalian semua menganggap nya sesuatu yang positif namun tetap saja haram di mata Allah.

Untuk kita yang sedang dalam zona nyaman tersebut patut berfikir ulang, apakah standar positif dalam hidup kita hanyalah memuat tentang pacaran dan pasangan, jika iya, maka betapa sempitnya hidup yang kita jalani. ketika anda memandang bahwa mencintai seseorang perlu untuk mengambil tindakan "Take action" dengan mencoba untuk membangun hubungan pacaran, "perlu untuk disadari bahwa itu hanyalah sebuah keputusan yang sia-sia yang tidak datang dari jati diri anda yang sebenarnya sebagai Makhluk berfikir". mengambil sebuah keputusan apapun itu tidak mudah, fakta nya bahwa keputusan mencintai dengan membangun sebuah hubungan pacaran dengan mereka yang anda kata mencintaiya adalah sebuah keputusan bodoh, mengapa itu bodoh ? karena dengan keputusan tersebut, anda telah kehilangan masa-masa emas dan kesempatan dalam mempersiapkan masa depan untuk pasangan akad anda yang sah kelak.

Hijrah dalam cinta adalah bukan persoalan mau atau tidak, hijrah dalam cinta bukan pula persoalan berat atau tidak, namun hijrah cinta adalah pilihan yang memungkinkan kita masuk ke dalam golongan orang-orang yang mampu menjaga diri demi untuk pasangan sejati menjelang akad, itulah sebenarnya buah manis dari hijrah cinta. kita semua berfikir terkadang dalam zona yang singkat, zona yang singkat dengan hastag yang penting nyaman, kelak segala resiko dan penyesalan akan baru anda sadari setelah semua terjadi, hijrah dalam cinta merupakan proses perjalan panjang bagi seseorang, keputusan yang diambil bukan semata karena sedang tren nya kata hijrah itu, namun karena seseorang itu sendiri yang dengan ikhlas menyadari bahwa hijrah itu adalah jalannya menuju yang halal.  nikmat dalam berhijrah tidak semata dapat dirasakan, cobaan pun datang bagi mereka-mereka yang berhijrah, cobaan adalah penguat, dan sebaik-baiknya cobaan adalah yang mampu kita pahami, magnai dan dilalui. hijrah cinta yang dijalani bukan lah sebuah percobaan atau pun experiment suatu penelitian yang kini dijalani, hijrah cinta membuktikan kapasitas seseorang tersebut dalam menjaga diri, menjaga auratnya, menjaga lisannya, menjaga kehortmatannya, perilakunya dan kehidupannya.

Mari sejenak melihat kebelakang, kembali sejenak melihat masa yang telah lalu, mencoba untuk menghubungkan apa yang akan terjadi ketika keputusan dalam hijrah tidak diambil sebagai keputusan untuk memperbaiki diri. Mencintai, kata suka, dan menyukai nya yang seseorang tersebut lantangkan melaui sebuah percakapan singkat, apakah perlu untuk dinyatakan, iya ? itu pilihan! saya dapat memahami bahwa perkataan dalam menyukai yang tidak bisa dipisahkan apakah itu sejati atau tidak, apakah itu benar-benar dari dalam hati mu yang kamu sendiri bisa rasakan, dan apakah kamu bisa menyakinkan pribadi saya, bahwa rasa menyukai mu bukanlah syahwat mu, bukan lah ketertarikan mu, dan bukan lah keputusan semata karena menganggap pribadi ku baik dan dapat kamu percaya. ketika muncul perasaan yang kamu sendiri tidak tahu mengapa rasa itu muncul, jangan sampai hati dan logika mu lupa mengingat Allah, minta pertolongan dari Allah semata-mata mengharapkan jawaban, mengapa rasa ini muncul, jangan muncul kata mengharap selain dari pada Allah, mencintai adalah manusiawi namun perlu kamu ketahui, bahwa "mencintai adalah tanggung jawab, dan mencitai adalah pilihan", "sehingga dengan segala rasa yang ada, hijrahlah kamu dalam cinta, hijrah dalam cinta bukan berarti menghapus atau memaksakan rasa itu hilang, namun hijrah dalam cinta mu dengan rasa yang muncul semata menuntun mu kepada cinta yang sejati".

Mencintai "memberikan  kebahagian" kepada keduanya, namun waktu yang tidak dapat ditebak entah sampai kapan rasa mencintai itu akan bertahan, atau malah akan hilang. "Mencintai adalah bahagia mu", pun jika cinta adalah bahagia bagimu, maka balutlah cinta dalam bahagia itu pada jalan menuju hijrah cinta mu, agar senantiasa Allah menjaganya dan dipertemukan dalam sebuah akad yang diinginkan.


Hijrah Dalam Cinta dan Bahagia mu :)








Wednesday, 7 February 2018

Invite and follow the Seminar International of Education in Chiang Mai Thailand

       Day/Date : Wednesday, July 27th 2016
Today is Wednesday, today I get new experience because today we will go the Chiang Mai to attend in International Seminar with some teacher and students of Damrogratsongkroh School, we will pick up by the teacher at 04:30am in the morning, and I get up at 03.00am in the morning to take a bath and prepared myself to go there. So after we already take a bath and time showing around 04:40am in the morning, I and my friend pick up by the teacher at our dormitory, and we come together at the School with some teacher and student that will going to the Chiang Mai, when time showing at 05:00am in the morning, we on the way to the Chiang Mai by Used Bus, we get up early at the morning and go to the Chiang Mai early in the morning too because traveled distance from Chiang Rai to Chiang Mai is about 3 Hours. This seminar that we will attend is about International Education Management Lecture by title is “Managing Education in the 21st Century”, and held in Lotus  Hotel Pang Suan Kaew, Chiang Mai, Thailand. And after arrived at the Hotel, we directly to the room of the seminar.
This seminar will give chance for 3 speakers, at the first session, by title “the need of English skills for Thai students: what they lack and how we prepare them for the highly competitive world by Dr. Wutthipong Laoriandi as the Assistant Deputy Director of Chulalongkorn University Language Institute, this session talking about the English its self, why English is very important for the students, and after this session, time is coffe break for a moment, actually we get a new friend, we talk with the other people that we are from Indonesia, because at the first session, because the first speaker talk about the English proficiency of ASEANers, the speakers percentage the Toefl for each countries in Asean, and Indonesia at the 3rd rank with score 82 as the good User English, so we make like small discussion with the speaker and the other participant too while we  enjoying our Coffee break. The second session by title “Teaching Technique Using the English Language for Bilingual Teachers” by Mr. Curtis Robert Pedigo, the teacher of language Institute Chiang Mai University, this session talk that how important the teacher for Bilingual to mastering the Technique of teaching, how the teacher can make the students understanding the English and make them easy to understanding the English its self, also the speaker give to all participant some teaching model and method, like what the speaker said that better look will be more reminded that just listening, one of method that the teacher have to apply in teaching activities, and after this session, time to lunch break, so I, my friend and achan sunny and Mr, Michel Pabalan as the foreigner english teacher from Philipine, together we are eating lunch, and after lunch, the last session by title “Future Class”, by  Aj, Wiriya Ruechaipanich as the Independent Scholar, this session, the speaker tell the participant about some system on education must change, and also about the students activities in class, and after this session, break for a moment. And last is discussion, I present for two questions for two speakers about how to make the students realize that English is very important to know and about the group system in teaching method. After this session, we take a picture with the speaker and host of seminar then we back to Chiang Rai, but we stop our bus at the restaurant to dinner and continue our journey back to Chiang Rai, after arrived at the hotel about 09:30pm in the evening, we take a rest for tomorrow. 

 The First Speaker Explain about the Rank for each Countries in ASEAN in English Education